ILMU
BUDAYA DASAR
KEBUDAYAAN
SUKU AMBON
Anggota
Kelompok :
Ari
Bismo Sukoco (11116030)
Farel
Senda Pratama (12116631)
Fathia
Reva Melia (12116687)
M.
Hanief Makarim H (14116498)
Petrus
C. Jordy (15116754)
Sukrismanto(17116174)
Widia
Karnikafa (17116627)
Kelas
: 1KA14
Universitas
Gunadarma
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut Tuhan Yang Maha Esa, kami
panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya. Karena telah melimpahkan rahmat dan hidayanya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah Ilmu Budaya Dasar ini dengan sebaik-baiknya.
Atas tersusunnya makalah ini, kami mengucapkan
terima kasih kepada ibu Olly Aurora SIKOM selaku dosen dan orang-orang sekitar yang
turut memberikan saran dan membantu kami menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak banyak
kekurangan baik dalam segi penyusunan maupun materi. Kami menerima segala saran
dan kritik dari pada pembaca.
Depok, 09 Juni 2017
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki
bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat
istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana
juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak
orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh.
budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia. Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan
pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami berbeda
menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah
lakunya.
Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu
masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya
dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan
dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun
yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian,
setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut
yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman
dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi
tidak selamanya sama.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta
yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris,
kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah
atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata
culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
TUJUAN
Tujuan dari makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas
mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang menjadi salah satu syarat kelulusan dalam proses
pembelajaran di jenjang S1 Sistem Informasi Universitas Gunadarma. Selain itu, diharapkan
agar makalah ini menjadi tulisan yang bermanfaat bagi semua orang yang membacanya.
RUMUSAN MALASAH
Apa
itu suku Ambon?
Bahasa
apa yang digunakan suku Ambon?
Apa
makanan khas dan pakaian adat suku Ambon?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KEBUDAYAAN SUKU AMBON
Ambon merupakan sebuah suku yang berada di sebagian besar
kepulauan Maluku yang mencakup pulau Maluku itu sendiri dan sekitarnya. Sementara
itu, penamaan Maluku diadopsi dari bahasa Arab, yaitu al-Muluk. Penamaan ini dikarenakan
yang membuat peta daerah Maluku dahulu kala adalah sarjana geografi dari Arab, tetapi
setelah masa pemerintahan kolonial Belanda, diubahnya menjadi Maluku. Baca juga
Sejarah Suku Ambon
Suku Ambon atau Orang Ambon menjadi salah satu suku terbesar
yang ada di Indonesia, mereka tersebar ke daerah-daerah lainnya di Indonesia. Suku
Ambon juga terkenal akan eksotisme kebudayaannya. Hal ini dapat tercermin dari keragaman
keseniannya dan hal-hal lainnya yang memperkaya keunikan mereka di mata dunia.
Rumah Adat Suku Ambon
Rumah
adat Suku Ambon dinamakan Baileo, dipakai untuk tempat pertemuan, musyawarah dan
upacara adat yang disebut seniri negeri. Rumah tersebut merupakan panggung dan dikelilingi
oleh serambi. ATapnya besar dan tinggi terbuat dari daun rumbia, sedangkan dindingnya
dari tangkai rumbia yang disebut gaba-gaba.
Pakaian Adat Suku Ambon
Prianya
memakai pakaian adat berupa setelan jas berwarna merah dan hitam, baju dalam yang
berenda dan ikat pinggang. Sedangkan wanitanya memakai baju cele, semacam kebaya
pendek, dan berkanji yang disuji. Perhiasannya berupa anting-anting, kalung dan
cincin. Pakaian ini berdasarkan adat Ambon.
Tarian Suku Ambon
Tarian Bambu Gila merupakan tarian paling terkenal dari
orang Ambon. Tarian ini juga dikenal dengan nama Buluh Gila atau Bara Suwen. Untuk
memulai pertunjukan ini sang pawang membakar kemenyan di dalam tempurung kelapa
sambil membaca mantra dalam ‘bahasa tanah’ yang merupakan salah satu bahasa tradisional
Ambon. Kemudian asap kemenyan dihembuskan pada batang bambu yang akan digunakan.
Jika menggunakan jahe maka itu dikunyah oleh pawang sambil membacakan mantra lalu
disemburkan ke bambu. Fungsi kemenyan atau jahe ini untuk memanggil roh para leluhur
sehingga memberikan kekuatan mistis kepada bambu tersebut. Roh-roh inilah yang membuat
batang bambu seakan-akan menggila atau terguncang-guncang dan semakin lama semakin
kencang serta sulit untuk dikendalikan.
Makanan Khas Suku Ambon
Belum
lengkap makan tanpa Papeda, begitulah kata orang-orang ambon, makanan yang berasal
dari sagu mentah ini bernama Papeda, papeda biasanya dimakan dengan ikan kuah kuning,
jangan tanya rasanya, kalau kata orang ambon “Paleng Sadap Seng Ada Lawang” yang
artinya sangat enak dan tidak ada tandinganya. Papeda merupakan makanan Tradisional
Ambon. Makanan ini sudah menjadi turun temurun bagi anak cucu orang ambon, orang
ambon biasanya sebelum makan nasi terlebih dahulu memakan papeda, selanjutnya baru
makan nasi.
Agama dan Kepercayaan Suku Ambon
Sekarang
orang Ambon sudah memeluk agama Islam atau Kristen. Jumlah pemeluk agama Islam sedikit
lebih banyak, dan mereka umumnya lebih terampil dalam bidang perdagangan dan ekonomi
umumnya. Sedangkan orang Ambon pemeluk agama Kristen lebih banyak memilih pekerjaan
sebagai pegawai negeri, guru, dan tentara. Namun kehidupannya sehari-hari mereka
masih menjalankan kegiatan adat tertentu dari kebudayaan lama, dan menjadi salah
satu identitas kesukubangsaan yang menonjol, seperti mengadakan upacara Nae Baileu
atau upacara Cuci Negeri yang merupakan warisan kepercayaan nenek moyang mereka.
Dalam menangani masalah kematian dan pelaksanaan upacaranya mereka selesaikan lewat
kesatuan sosial adat yang disebut mubabet.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kebudayaan Suku Ambon merupakan kebudayaan yang tidak
kalah jauh menariknya dengan kebudayaan – kebudayaan dari suku yang lainnya. Kebudayaan
suku Ambon juga berbagai macam bentuk yang dapat kita lihat dikehidupan sehari –
hari.
3.2 Saran
Dengan adanya perbedaan dalam kebudayaan, agama dan suku
di Indonesia semoga masyarakat Indonesia menjadi semakin menumbuhkan rasa toleransi
terhadap perbedaan yang ada disekitar kita.
DAFTAR PUSTAKA
http://sulfiana.student.unidar.ac.id/2013/06/unsur-unsur-kebudayaan-maluku-ambon.html
http://suku-dunia.blogspot.com/2015/12/kebudayaan-suku-ambon.html?m=1




Tidak ada komentar:
Posting Komentar